TUMPEK LANDEP
- Dhimas Ardiansyah
- Feb 13, 2021
- 3 min read
TUMPEK LANDEP
Oleh: Dhimas Ardiansyah
Public Relations Balitara
Email: dard2197@gmail.com
Tumpek berarti tampek atau dekat dan Landep yg berarti tajam. Filosofinya merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). Sehingga selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai² agama sehingga mampu menekan perilaku buthakala yg ada di dalam diri.
Dijelaskan, Tumpek Landep merupakan hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai Dewanya Taksu. Jadi, setelah memperingati Hari Raya Saraswati sebagai perayaan turunnya ilmu pengetahuan, umat memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah atau memberi ketajaman pikiran dan hati.
Pada rerainan Tumpek Landep juga dilakukan upacara pembersihan dan penyucian aneka Pusaka Leluhur seperti Keris, Tombak dan sebagainya sehingga masyarakat awam sering menyebut Tumpek Landep sebagai Otonan Besi. Namun seiring perkembangan jaman, makna tumpek landep menjadi bias dan semakin menyimpang dari makna sesungguhnya. Sekarang ini masyarakat justru memaknai Tumpek Landep lebih sebagai upacara untuk motor, mobil serta peralatan kerja dari besi. Sesungguhnya ini sangat jauh menyimpang.
Boleh saja pada rerainan Tumpek Landep melakukan upacara terhadap motor, mobil dan peralatan kerja namun jangan melupakan inti dari pelaksanaan Tumpek Landep itu sendiri yang lebih menitik beratkan agar umat selalu ingat untuk mengasah pikiran (manah), budhi dan citta. Dengan manah, budhi dan citta yg tajam diharapkan umat dapat memerangi kebodohan, kegelapan dan kesengsaraan.
Jika menilik pada makna rerainan, sesungguhnya upacara terhadap motor, mobil ataupun peralatan kerja lebih tepat dilaksanakan pada TUMPEK KUNINGAN, yaitu sebagai_ucapan syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas sarana dan prasarana sehingga memudahkan aktivitas umat, serta memohon agar perabotan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan tidak mencelakakan.
Tumpek Landep adalah tonggak untuk mulat sarira/introspeksi diri untuk memperbaiki karakter agar sesuai dengan ajaran² agama. Pada rerainan Tumpek Landep hendaknya umat melakukan persembahyangan di Sanggah/Merajan serta di Pura, memohon Wara Nugraha kepada Ida Sang Hyang Siwa Pasupati agar diberi ketajaman pikiran shg dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.
Pada rerainan Tumpek Landep juga dilakukan pembersihan dan penyucian pusaka warisan leluhur. Bagi para seniman, Tumpek Landep dirayakan sebagai pemujaan untuk memohon Taksu agar kesenian menjadi lebih berkembang, memperoleh apresiasi dari masyarakat serta mampu menyampaikan pesan² moral guna mendidik dan mencerdaskan umat.
Jadi sekali lagi ditegaskan, Tumpek Landep bukan rerainan untuk mengupacarai motor, mobil ataupun perabotan besi, tetapi lebih menekankan kepada kesadaran untuk selalu mengasah pikiran (manah), budhi dan citta utk kesejahteraan umat manusia. Boleh saja pada rerainan Tumpek Landep mengupacarai motor, mobil dan sebagainya sebagai bentuk syukur namun itu adalah nilai tambahan saja.
Jangan sampai perayaan rerainan menitik beratkan pada nilai tambahan namun melupakan inti pokok dari rerainan tersebut.
Selamat Hari Raya TUMPEK LANDEP.
Rahayu Kamulyaning Jagad. []
----------------------------------------
Dikeluarkan oleh BALITARA
Visi Balitara
Menjadi lembaga sosial yang unggul dan profesional di bidang kemanusiaan, kesenian dan, kebudayaan, pendidikan, kewirausahaan, kepariwisataan dan keagamaan untuk membangun sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter dan berintegritas tinggi.
Misi Balitara
1. Menyelenggarakan berbagai layanan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam berbagai macam bidang.
2. Mengorganisir, mengelola dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait kesenian dan kebudayaan.
3. Menyelenggarakan dan mengelola berbagai macam kegiatan pendidikan, pelatihan, dan keagamaan yang berkualitas.
4. Mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat melalui kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sumber ekonomi kreatif lainnya.
5. Menggali, mengelola, dan mengembangkan potensi-potensi pariwisata dalam tingkat lokal maupun nasional.
Alamat Balitara
Sanggar Patembayatan Balitara, Jl Masjid Baitul Makmur No. 9 Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan Kanigoro Blitar Kode Pos 66171 Jawa Timur Indonesia. Kontak Person : Head of Public Relations BALITARA, Dhimas Ardiansyah 081232410001.



Comments