top of page

MENGENAL SEKILAS PADEPOKAN PUSAKA SUNAN TEMBAYAT

MENGENAL SEKILAS PADEPOKAN PUSAKA SUNAN TEMBAYAT

Oleh: Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd

Penulis, Pemerhati Budaya,

Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.

Email : arifshofwan2@gmail.com


Pada tulisan ini saya ingin menelusuri komunitas Padepokan Pusaka Sunan Tembayat yang diampu oleh Gus Hairi Mustofa di selatan Pasar Srengat, Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Dalam hal ini disajikan alasan pemilihan nama, arti nama PUSAKA, sejarah berdirinya, data pendiri dan maksud didirikan PUSAKA. Berikut adalah penjelasannya satu-persatu.


Pertama, alasan pemilihan nama. Melihat begitu banyak kegiatan atau amalan yang membahayakan tauhid Islamiyah, maka kami berusaha men-syahadat-kan kembali atau men-tauhid-kan kembali aqidah Islamiyah. Dengan memilih nama “Padepokan”, terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari orang Jawa. Sedangkan istilah “Padzikiran” artinya mengingat secara terus-menerus tanpa henti pada Allah dengan nama-Nya yang agung. Istilah “Syahadat Kawedar” sendiri artinya men-tauhid-kan kembali Islam. Maka dengan demikian, dipilihlah nama “Padzikiran Agung”.


Kedua, arti nama PUSAKA. Sebuah kegiatan harus dilandasi penuh dengan rasa berserah diri kepada Allah, sehingga menjadikan seseorang berusaha mencintai Allah dalam segala hal dan tidak berburuk sangka (su’udlon) terhadap apa yang diberikan Allah kepada kita. Kegiatan tersebut diantaranya berupa shalat-shalat sunat, shalat hajat, zikir-zikir, asma’ul husna, dan doa-doa. Istilah PUSAKA sendiri merupakan sebuah singkatan dari Padzikiran Agung Syahadat Kawedar. Yakni, yang mempunyai makna tentang ajaran-ajaran zikir untuk mengagungkan asma Allah, men-tauhid-kan Allah dan menjalankan syariat Rasulullah SAW. Sedangkan istilah SUNAN TEMBAYAT hanyalah menunjukkan bahwa kami masih keturunan Sunan Tembayat dari garis ibu. Dan juga zikir dan amalan ini juga pernah diamalkan oleh Sunan Tembayat Klaten, Jawa Tengah.


Ketiga, sejarah berdirinya. Pada tahun 1995 di Pulau Kambing Kabupaten Sampang Madura, kami mengajak masyarakat setempat beserta guru Sekolah Dasar (SD) yang mendapat tugas di pulau tersebut untuk berdoa atau istighasah. Kami mempunyai tujuan agar mereka mengurangi kegiatan yang bersifat tidak bermanfaat. Setidaknya setiap malam Jumat digunakan kegiatan yang bermanfaat sebab merupakan malam yang utama (sayyidul lail). Alhamdulillah, waktu itu kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, antara lain: Bapak Pono P.S. (Yogyakarta), Bapak Tut Dariyanto (Gresik), Bapak Tambah (Mojokerto), Bapak Suyoto (Blitar), Bapak Sutrisno (Trenggalek), Bapak Nawawi (Sampang), dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan satu-persatu. Namun juga ada beberapa yang tidak mendukung kegiatan tersebut sebab dianggap mengganggu aktivitas mereka seperti main kartu, minum-minuman keras, menggunjing dan lainnya. Walau di sisi lain, beberapa masyarakat sudah bisa menerima kegiatan kami walau status kami merupakan pendatang. Pada tahun 1998, kami dimutasi ke salah satu SD di Kabupaten Blitar. Dengan demikian, seluruh kegiatan di Pulau Kambing saya serahkan kepada saudara Bapak Sutrisno, Bapak Nawawi, dan lainnya sebagai pewaris dan penerus amalan. Pada tahun yang sama, kami melihat Mbah Judi mengalami suatu kesulitan dalam hal ekonomi dan berbagai cobaan hidup, maka kami mengajak beliau untuk mengamalkan amalan ini. Walaupun kami tahu bahwa Mbah Judi adalah seorang yang dituakan dalam hal ilmu batin, namun tidak ada salahnya jika kami ajak minimal untuk menambah kekuatan batinnya. Dengan getok tular akhirnya kegiatan ini dapat berlangsung terus. Semoga Allah melanggengkan jamaah ini demi agung asma-Nya.


Keempat, data pendiri. Data pendiri Padepokan Pusaka Sunan Tembayat adalah sebagai berikut: Nama: Hairi Mustofa, tempat, tanggal lahir Blitar, 14 Desember 1968, pekerjaan guru Sekolah Dasar (SD), Istri bernama Sri Muji Astutik (Meme). Anak-anak: (1). Cahya Tsabit Al-Hairi; (2). Moh. Ridho Al-Hairi; (3). Jauhar Puspa Kusuma Al-Hairi. Doa kami, semoga anak-anak kami menjadi pewaris dan penerus amalan dan padepokan ini. Semoga Allah menjadikan anak-anak kami sebagaimana harapan kami.


Kelima, maksud dan tujuan didirikannya. Menilik dari sejarah Sunan Tembayat bahwa setiap manusia memiliki nafsu ketuhanan (nafsu rabbaniyah) yang berbentuk sebagai mutmainah. Namun nafsu manusia lebih banyak dikelilingi nafsu syetan (nafsu syaithoniyyah) sehingga mengajak mereka melupakan Sang Maha Segalanya atau tidak mengindahkan lagi sebuat syariat Allah yang dibawa Rasulullah SAW yang apabila dijalankan menimbulkan rasa kecintaan pada-Nya. Kejadian yang terjadi pada Sunan Tembayat yang pada mulanya seorang hamba harta dan lebih mencintai dunia (hubbud dunya), begitu juga pengikutnya Syaikh Dumbo yang awalnya adalah seorang perampok (begal) serta pengikutnya yang lain dan berasal dari dunia hitam kelam, namun pada sisa umur hidupnya menjadi seorang hamba Allah yang tawakal, banyak berserah diri, patut disegani dunia pendekar, dan penganjur dalam agama Islam.


Mengacu pada hal tersebut di atas, PUSAKA memiliki maksud dan tujuan yaitu: “Mengajak manusia kembali ke hadlirat Allah, apapun warna, golongan, dan masa lalu mereka”. Sebab Allah hanya melihat ketakwaan seseorang, Allah mengabulkan segala permohonan, serta apabila manusia mau bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan sebagaimana janji-Nya.


Jalan yang diajarkan PUSAKA adalah: “Banyak mengajak manusia berzikir mengingat Allah, asma Allah Yang Agung, menjadikan manusia dekat dengan-Nya”. Sebagaimana firman Allah: “Ingatlah kepada Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring” (QS. An-Nisa: 103); “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang/ tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28). Demikian artikel saya, semoga bermanfaat. []


----------------------------------------

Dikeluarkan oleh BALITARA

Visi Balitara

Menjadi lembaga sosial yang unggul dan profesional di bidang kemanusiaan, kesenian dan, kebudayaan, pendidikan, kewirausahaan, kepariwisataan dan keagamaan untuk membangun sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter dan berintegritas tinggi.

Misi Balitara

1. Menyelenggarakan berbagai layanan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam berbagai macam bidang.

2. Mengorganisir, mengelola dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait kesenian dan kebudayaan.

3. Menyelenggarakan dan mengelola berbagai macam kegiatan pendidikan, pelatihan, dan keagamaan yang berkualitas.

4. Mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat melalui kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sumber ekonomi kreatif lainnya.

5. Menggali, mengelola, dan mengembangkan potensi-potensi pariwisata dalam tingkat lokal maupun nasional.

Alamat Balitara

Sanggar Patembayatan Balitara, Jl Masjid Baitul Makmur No. 9 Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan Kanigoro Blitar Kode Pos 66171 Jawa Timur Indonesia. Kontak Person : Head of Public Relations BALITARA, Dhimas Ardiansyah 081232410001.


Comments


bottom of page