ISLAM TIDAKLAH SEMPIT
- Mamik Jatmiko

- Jan 14, 2021
- 3 min read
ISLAM TIDAKLAH SEMPIT
Oleh: Mbah Mamik Jatmiko
Sesepuh Pencerah Warga Balitara
Email : mamjat59@gmail.com
Islam, apa yang terbesit di dalam benak kita jika mendengar kata itu? pasti adalah sebuah agama dengan penganut paling banyak di negeri kita, bahkan Indonesia menjadi peringkat satu dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia. Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas makna Islam dari sudut pandang yang hakiki agar tidak salah mengartikan Islam sehingga kita menjadi intoleran terhadap sesama.
Islam berasal dari kata "ASALAMA" yang berarti menyerah dan kata "SALIMA" yang berarti selamat. Dapat ditarik definisi dari kata Islam sebagai berikut "Menyerahkan diri kepada Allah secara Mutlak (TAUHID) untuk mencapai Keselamatan dunia dan akhirat, inilah makna ISLAM yang telah di sepakati oleh para Nabi dan Rasul"
Dalam Al-Qur'an disebutkan :
“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” (QS. LUQMAN 31 : 22)
Adalah keliru bagi orang yg memahami ISLAM secara SEMPIT mengira bahwa Islam itu hanya nama khusus bagi agama yg di bawa Muhammad Rasulullah SAW lima abad yg silam. Islam adalah nama SEMUA RISALAH ILLAHI yg memberikan tuntunan kepada umat manusia sejak awal penciptaannya hingga zaman kita sekarang. Namun nama Islam di gunakan oleh Al Qur'an Al Karim untuk menyebut SEMUA RISALAH ILLAHI yg di bawa oleh para Nabi dan Rasul tanpa pengecualian.
"Katakanlah , kami beriman kepada Allah dan apa yang di turunkan kepada kami dan apa yang di turunkan kepada Ibrahim , Ismail , Ishaq , Yaqub dan anak cucunya dan apa yang di berikan pada nabi nabi dari Tuhannya. Kamu tidak MEMBEDA BEDAKAN seorangpun di antara mereka dan kami hanya Berserah diri kepadaNya." (QS. AL - BAQARAH 2 : 136)
Sebutan Islam mencakup semua Nabi dan Rasul yang melaksanakan HUKUM ILLLAHI semenjak zaman Taurat hingga zaman sekarang. Yaitu semenjak zaman Nabi Nuh AS , Nabi Ibrahim AS , Nabi Ya'qub AS , Nabi Sulaiman AS , Nabi Musa AS , Nabi Isa AS dan terakhir Nabi Muhammad SAW.
Semua nabi mengajarkan Islam (penyerahan diri secara utuh kepada Allah) kepada umatnya masing2 sehingga menjadi seorang Muslim (orang yang selamat dunia dan akhirat) yaitu orang yang berserah diri kepada Allah.
Seorang ulama Ibnu Taymiyyah menegaskan bahwa semua pengajaran Nabi adalah sama dan satu yaitu Islam. Meskipun berbeda dalam sudut pandang syariat/hukum-hukum fiqih karena berbeda zamannya sehingga problematika masing-masing umatpun tidak sama maka aturan yang diturunkan juga berbeda namun dalam sudut pandang hakikat yang sebenarnya makna yang terkandung dalam semua keyakinan sebelum Rasulullah SAW adalah sama yaitu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Berkaitan dengan hal ini Allah swt telah Berfirman :
"Sesungguhnya agama Tauhid ini adalah agama KAMU SEMUA agama yang SATU dan AKU adalah Tuhanmu maka semhahlah AKU , dan mereka telah memotong motong urusan agama mereka di antara mereka. Kepada Kamilah masing masing golongan itu akan kembali" (QS. AL- ANBIYA 21 : 92-93)
"diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)." (QS. ASY-SYUURAA 42 : 13)
Inti dakwah para semua Rasul dan permata risalah risalah samawi adalah dakwah menuju ibadah kepada Allah SWT yg tiada sekutu baginya dan meninggalkan segala sifat ibadah kepada selain Dia (Allah).
"Selamat malam, semoga bisa menambah wawasan kita tentang Islam, agar tidak terpecah belah dalam hal agama karena Indonesia terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras, dan budaya masing-masing. Setiap orang berhak memilih keyakinannya masing-masing dalam menjalani syariat/aturan/rambu-rambu dalam kehidupan. Karena sesungguhnya letak iman seseorang adalah di dalam hati maka tidak ada yang dapat menilainya kecuali Allah sendiri. Tetap jaga kesatuan dan persatuan Indonesia, karena cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Aamin Ya Robbal Alamin." []
----------------------------------------
Dikeluarkan oleh BALITARA
Visi Balitara
Menjadi lembaga sosial yang unggul dan profesional di bidang kemanusiaan, kesenian dan, kebudayaan, pendidikan, kewirausahaan, kepariwisataan dan keagamaan untuk membangun sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter dan berintegritas tinggi.
Misi Balitara
1. Menyelenggarakan berbagai layanan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam berbagai macam bidang.
2. Mengorganisir, mengelola dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait kesenian dan kebudayaan.
3. Menyelenggarakan dan mengelola berbagai macam kegiatan pendidikan, pelatihan, dan keagamaan yang berkualitas.
4. Mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat melalui kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sumber ekonomi kreatif lainnya.
5. Menggali, mengelola, dan mengembangkan potensi-potensi pariwisata dalam tingkat lokal maupun nasional.
Alamat Balitara
Sanggar Patembayatan Balitara, Jl Masjid Baitul Makmur No. 9 Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan Kanigoro Blitar Kode Pos 66171 Jawa Timur Indonesia. Kontak Person: Head of Public Relations BALITARA, Dhimas Ardiansyah 081232410001.



Comments