BERLITERASI DENGAN SENI KULTURAL
- Melinda Ira Puspitasari

- Jan 30, 2021
- 2 min read
BERLITERASI DENGAN SENI KULTURAL
Oleh: Melinda Ira Puspitasari
Bendahara Balitara
Email: melineira.puspita@gmail.com
Adakah dari kawan-kawan semua mengira bahwa literasi hanya berkecimpung dalam dunia menulis dan membaca. Perlu ditekankan pada pengertian literasi itu sendiri adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Saat ini, istilah Literasi sudah mulai digunakan dalam arti yang lebih luas penyajian dalam bentuk seni kultural. Apakah tingginya tingkat literasi juga berarti tingginya minat baca? Tidak juga. Dengan permasalah pokok budaya membaca sangatlah kurang, sehingga tidak ada minat untuk berliterasi.
Budaya Literasi adalah cara untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca dan menulis yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam sebuah proses kegiatan tersebut akan menciptakan sebuah karya. Berdasarkan pengamatan penulis, sebuah proses membaca dan menulis ini sangat baik dikembangkan agar dapat meningkatkan pola pikir masyarakat.
Dalam proses literasi itu menambah suatu pengetahuan dari sumber informasi apapun, dalam jenis kultural dapat dijadikan sumber literasi. Bedah buku menceritakan isi buku dengan seni pertunjukan teater mengisahkan isi dalam buku, itupun juga bisa dikategorikan sebagai sumber literasi, atau berliterasi. Pertunjukan yang ditampilkan kepada khalayak memberikan suatu informasi dan menambah wawasan pengetahuan tentang isi buku. Selain meningkatkan prosentasi berliterasi juga meningkatkan cinta budaya lokal sehingga tak terlupakan oleh generasi muda bangsa.
Tak hanya seni teater, mungkin bisa seni cerita masing-masing daerahdikemas dengan baik akan menarik banyak orang dan anak-anak yang membutuhkan suatu informasi. Saya merasa apabila sistem literasi dengan metode membaca dan menulis diselingi dengan sistem kultural juga menjadi lebih efisien. Budaya membaca sangatlah kurang untuk saat ini, dengan begitu berliterasi dalam rangka bedah buku mengemas dalam sebuah cerita hiburan akan jauh lebih diminati dan menarik orang akan indahnya berliterasi tak hanya dengan membaca dan menulis.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi untuk meningkatkan budaya literasi tau yang mau sharing bersama tim kami bisa contact person langsung, yaa!!!
Salam sejahtera, dan tetap jaga kesehatan!!
----------------------------------------
Dikeluarkan oleh BALITARA
Visi Balitara
Menjadilembagasosial yang ungguldan profesional dibidang kemanusiaan, keseniandan, kebudayaan, pendidikan, kewirausahaan, kepariwisataandan keagamaanuntukmembangunsumberdaya manusia yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakterdanberintegritastinggi.
Misi Balitara
1. Menyelenggarakanberbagailayanansosialkemanusiaandalammembantumasyarakat dalam berbagai macam bidang.
2. Mengorganisir,mengeloladanbekerjasamadenganberbagaipihak yang terkait keseniandan kebudayaan.
3. Menyelenggarakandanmengelolaberbagaimacamkegiatan pendidikan, pelatihan,dan keagamaan yang berkualitas.
4. Mewujudkankesejahteraankehidupanmasyarakatmelaluikewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dansumberekonomikreatiflainnya.
5. Menggali, mengelola, danmengembangkanpotensi-potensipariwisatadalamtingkat lokal maupun nasional.
Alamat Balitara
Sanggar Patembayatan Balitara, Jl Masjid Baitul Makmur No. 9 Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan Kanigoro Blitar Kode Pos 66171 Jawa Timur Indonesia. Kontak Person: Head of Public Relations BALITARA, Dhimas Ardiansyah 081232410001.



Comments