top of page

BENTENG KEHIDUPAN

BENTENG KEHIDUPAN

Oleh: Dhimas Ardiansyah

Public Relations Balitara

Email: dard2197@gmail.com



Sebuah istana kerajaan akan terlindungi dan penghuninya merasa aman bila memiliki benteng yang kokoh dan kuat sehingga bila ada musuh yang datang menyerang sulit atau bahkan tidak mampu menembusnya. Sebuah negara akan terlindungi bila memiliki benteng sistem pertahanan keamanan negara yang kuat dan canggih. Begitu juga dengan manusia, memerlukan benteng pengetahuan yang benar agar dirinya mampu menyeberangi lautan samsara dalam kehidupan ini.


Pikiran perlu dibentengi dengan pemikiran-pemikiran yang benar agar pikiran tidak terkontaminasi dengan pemikiran-pemikiran yang buruk. Bila pikiran cenderung dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang buruk maka perkataan dan perilakunya pun akan cenderung keluar dari rel kebenaran. Dan sebaliknya, bila pikiran selalu diisi dengan pemikiran-pemikiran yang benar maka perkataan dan perilakunya sudah tentu mengarah kepada yang benar dan tercapailah harmoni dan kebahagiaan dalam hidupnya. Jadi bentengilah diri ini dengan DHARMA agar diri ini selalu terlindungi dari apapun itu yang cenderung ADHARMA.


Saat ini kita sedang dilanda pandemi Virus Covid-19, bentengi diri dengan gaya hidup yang bisa menjauhkan diri ini dari terjangkitnya virus ini. Seperti aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah harus dipatuhi antara lain : menjaga jarak, menjaga kesehatan, memakai masker, meningkatkan imunitas tubuh. Kesehatan bisa dijaga dan imunitas tubuh bisa ditingkatkan dengan cara-cara tertentu ataupun dengan sarana-sarana tertentu. Sains telah menyediakan kepada kita berbagai cara bagaimana agar kita selalu sehat dan tidak mudah terjangkit virus apapun termasuk Virus Corona. Bentengi diri dari pandemi dengan cara-cara yang logis dan terukur.


Apakah doa ataupun sejenisnya bisa membentengi diri dari Virus? Jawabnya adalah tergantung dari spiritualitas sang pendoa. Jadi ini bukan kepastian untuk setiap orang. Bila seseorang memiliki kemampuan spiritual yang tinggi dan mampu membangkitkan frekuensi dengan doa yang diucapkannya lalu frekuensi itu bermutasi dengan frekuensi tubuhnya dan membentuk benteng pertahanan imunitas yang tinggi dalam tubuh maka memungkinkan bisa terhindar dari terjangkit virus yang mematikan.


Tapi bagaimana dengan orang kebanyakan yang spiritualnya pada level rata-rata? Pikirkan hal itu. Akan tetapi doa sudah pasti memiliki dampak psikologis kepada sang pendoa itu sendiri, bukan kepada kepastian menjadi benteng dari pandemi. Bukankah Pramana mengajarkan kita tentang logika (pratyaksa, anumana dan upamana)?


Selamat Hari Raya Pagerwesi, bentengi diri dari segala musuh dalam diri dan dari segala dampak buruk yang terjadi. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Rahayu Rahayu Rahayu. []


----------------------------------------

Dikeluarkan oleh BALITARA

Visi Balitara

Menjadi lembaga sosial yang unggul dan profesional di bidang kemanusiaan, kesenian dan, kebudayaan, pendidikan, kewirausahaan, kepariwisataan dan keagamaan untuk membangun sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, inovatif, berkarakter dan berintegritas tinggi.

Misi Balitara

1. Menyelenggarakan berbagai layanan sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat dalam berbagai macam bidang.

2. Mengorganisir, mengelola dan bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait kesenian dan kebudayaan.

3. Menyelenggarakan dan mengelola berbagai macam kegiatan pendidikan, pelatihan, dan keagamaan yang berkualitas.

4. Mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat melalui kewirausahaan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan sumber ekonomi kreatif lainnya.

5. Menggali, mengelola, dan mengembangkan potensi-potensi pariwisata dalam tingkat lokal maupun nasional.

Alamat Balitara

Sanggar Patembayatan Balitara, Jl Masjid Baitul Makmur No. 9 Sekardangan RT. 03 RW. 09 Papungan Kanigoro Blitar Kode Pos 66171 Jawa Timur Indonesia. Kontak Person : Head of Public Relations BALITARA, Dhimas Ardiansyah 081232410001.



Comments


bottom of page